TUGAS RESUME VIDEO (Health and Safety Management)
Ditulis untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Kesehatan
dan Keselamatan Kerja
Dosen Pengampu: Widhy Wahyani, S.T., M.T.
Oleh :
Raden Edwin Febi Wicaksono 1853006
PROGRAM
STUDI TEKNIK INDUSTRI D-IV
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT
TEKNOLOGI NASIONAL
MALANG
2020
HEALTH
AND SAFETY MANAGEMENT
Definisi sistem manajemen H&S :
Organisasi yang dapat mengontrol resiko dari pada proses pekerjaan. Menjalani peran sebagai OH&S, merupakan suatu peran yang tidak disenangi oleh banyak orang, karena di dalam setiap program yang telah ditetapkan ada investasi besar yang akan dikeluarkan. Dari situlah tugas OH&S yaitu bagaimana untuk dapat menetapkan kebijakan dan menjalankan sistem dengan baik lalu pastinya memberikan pemahaman kepada top management.
Elemen kunci dari sistem manajemen H&S
Penjelasan :
- Kebijakan
Kebijakan kesehatan dan keselamatan
yang efektif menetapkan arah yang jelas bagi organisasi untuk diikuti. Menetapkan roles dan mengevaluasi "day to day" untuk mengimprove roles/kebijakan yang sudah dibuatkan, setelah kebijakan dibuatkan wajib dikomunikasikan dari level terendah (OB, supir dll) hingga ke level direksi.
- Perorganisasian
Struktur dan pengaturan manajemen
yang efektif tersedia untuk menyampaikan kebijakan. Program yang di maintain untuk mendapatkan objektif dari kebijakan yang telah ditetapkan, tanpa organising yang baik maka kebijakan tidak dapat berjalan dengan baik.
- Perencanaan dan implementasi
Ada pendekatan yang terencana dan
sistematis untuk menerapkan kebijakan kesehatan dan keselamatan melalui sistem
manajemen kesehatan dan keselamatan yang efektif. Perencanaan yang baik akan membuat hasil yang baik, perencanaan terjemahan dari bagaimana mendapatkan/mencapai kebijakan yang ada. Implementasi sebagai contoh HSE walk merupakan program untuk inspeksi yang dilakukan cross department, pada dasarnya kacamata seseorang berbeda-beda, dengan adanya cross department untuk melakukan visit walk itu salah satu yang sangat efektif agar tidak hanya berpatokan dengan diri sendri namun dengan lainnya.
- Mengukur kinerja
Kinerja diukur berdasarkan standar
yang disepakati untuk mengungkapkan kapan dan dimana perbaikan diperlukan. Bagaimana menilai kinerja dari setiap department dengan melihat berdasarkan angka-angka dan sejauh mana implementasi itu baik.
- Meninjau kinerja dan audit
Organisasi belajar dari semua
pengalaman yang relevan dan menerapkan pelajaran tersebut. Tentang bagaimana mengecek dari planning yang dibuat kemudian mengukur kinerja lalu meninjau kinerja. Audit dilakukan minimal 1x dalam setahun, audit itu cross department dan yang melakukan audit tidak boleh dengan department sendiri dan nantinya akan dilihat dan ditinjau dari sudut pandang orang lain.
Aspek praktis dari sistem manajemen H&S
Kebijakan kesehatan dan keselamatan (1) :
- Kebijakan OH&S menetapkan arah keseluruhan dan menetapkan prinsip tindakan untuk suatu organisasi.
- Menetapkan tujuan untuk tingkat tanggung jawab K3 dan kinerja yang dibutuhkan.
- Menunjukkan komitmen formal terhadap manajemen K3 yang baik, terutama manajemen tertinggi.
- Mengakui bahwa K3 adalah bagian integral dari kinerja bisnisnya.
- Mencapai tingkat kinerja K3 yang tinggi, dengan kepatuhan minimal terhadap persyaratan hukum, dan peningkatan kinerja yang hemat biaya secara berkelanjutan.
- Menyediakan sumberdaya yang memadai dan tepat untuk melaksanakan kebijakan.
- Pengaturan dan penerbitan tujuan K3, meskipun hanya dengan pemberitahuan internal.
- Menempatkan manajemen K3 sebagai tanggung jawab utama manajemen lini, dari eksekutif paling senior hingga tingkat pengawasan lini pertama.
- Untuk memastikan bahwa pernyataan kebijakan dipahami, diterapkan dan dipelihara di semua tingkatan dalam organisasi.
- Peran dan strategis dari manajemen terkait dengan leadership dari implementasi H&S sangat penting. Dalam posisi managerial hanya terfokus pada desk/layar, sedangkan tim yang bekerja banyak sekali kekurangan, kendala lapangan terkadang tidak tersampaikan ke level managerial.
Perencanaan untuk manajemen kesehatan dan keselamatan
Perencanaan K3 meliputi :
· Mengidentifikasi kebutuhan sistem
Bagaimana mengidentifikasi dari persyaratan manajemen sistem sendiri, jika mengacu pada ISO 45001 maka harus mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan terkait dengan persyaratan itu sendiri.
(Apa yang perlu dilakukan)
· Menetapkan kriteria kinerja yang jelas
Dalam menetapkan kinerja harus masuk akal, ada waktu yang diukur dengan baik untuk mencapai suatu hasil yang baik. Tidak mungkin suatu hasil ditetapkan 1-2 hari sedangkan prosesnya membutuhkan waktu 3 bulan.
(Apa yang harus dilakukan)
· Mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab
Mengidentifikasi siapa saja yang bertanggung jawab. level manager, senior manager, officer, supervisor, operator semuanya memiliki tanggung jawab untuk mendapatkan objektif dari kebijakan yang sudah ditetapkan.
(Siapa yang menyelesaikan)
· Pengaturan skala waktu
Dengan melihat skala waktu, dapat menentukan berapa lama waktunya.
(Kapan harus dilakukan)
· Mengidentifikasi hasil yang diinginkan
Untuk melihat apa itu outcome yang ingin diharapkan dari H&S manajemen.
(Apa yang seharusnya menjadi hasil)
Contoh jenis tujuan K3 :
Bagaimana melihat dan mengidentifikasi dari manajemen sistem, lalu bagaimana mengimprove dari apa yang menjadi target-target yang sudah tercapai dan akan diperbaiki kemudian hari dan menghilangkan bahan berbahaya sebanyak kurang lebih 20%.
Tujuan implementasi :
- Indikator yang sesuai harus ditentukan untuk setiap tujuan untuk memungkinkan pemantauan pelaksanaan tujuan.
- Rencana tindakan formal harus dibuat untuk setiap tujuan K3 yang telah diidentifikasi.
- Di semua tingkatan dalam organisasi, orang perlu menyadari peran dan tanggung jawab mereka.
- Tanggung jawab K3 individu harus didefinisikan dengan jelas.
- Semua personel harus diberi wewenang dan sumberdaya yang diperlukan untuk melaksanakan tanggung jawab mereka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar