Hazard Identification – The Safety Inspection
Inspeksi keselamatan di tempat kerja sangat penting untuk mencegah cedera dan penyakit, tujuan utama dari inspeksi keselamatan ini untuk mengidentifikasi bahaya memeriksa kondisi atau praktik di tempat kerja sehingga perubahan dapat dilakukan.
Bahaya kelistrikan selalu selalu menjadi
prioritas dalam inspeksi keselamatan
1. Hal yang perlu diperhatikan ialah pemeriksaan alat pemadam
kebakaran. Contoh bahaya yang dapat diperbaiki harus segera diverifikasi bahwa pin pengunci masih utuh dan segel tidak rusak/terputus, mengkonfirmasi
pengukur tekanan atau indicator dalam jarak atau posisi yang dapat dioperasikan
dan pastikan petunjuk pengoperasian pada papan nama dapat dibaca, periksa
terakhir tanggal layanan pada tag untuk memastikan rekomendasi pabrikan sedang
diikuti untuk pemeriksaan rutin.
2. Mengecek
daftar periksa operator lalu Memeriksa kemudi rem, lampu, sabuk pengaman, dan perawatan mesin
kendaraan. Pengecekan berkala
harus dilakukan dimana
merupakan pemeriksaan visual pelat data hidrolik ban dan roda.
3. Pastikan semua pelindung
mesin sudah
terpasang tepat dan
dalam kondisi baik , memeriksa kunci sesuai dengan prosedur dan pada tempatnya
.
4. Mengecek kondisi alat
control mesin.
Introduction to Basic
Health and Safety
Hal
penting yang perlu diingat ketika
mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan jangan biarkan diri berada dalam
situasi berbahaya. Keselamatan di Work Art tahun 1974 yang menyatakan bahwa akan menjadi tugas
setiap karyawan saat bekerja untuk menjaga secara baik untuk kesehatan dan
keselamatan dirinya sendiri dan orang lain yang mungkin terpengaruh oleh
tindakan atau kelalaiannya di tempat kerja.
Keamanan di tempat kerja, diharuskan menjaga diri tetap aman dan bekerja secara efisien, menjaga ruang kerja tetap bersih dan rapi karena tempat kerja yang tidak rapi membuat stress dan frustasi. Harus terbiasa dengan tempat kerja dan pekerjaan yang dilakukan, karena untuk mengetahui titik inti keluarnya api dan alat pemadam kebakaran, jika ingin menggunakan produk selalu membaca label untuk petunjuk agar aman. Melakukan perbaikan pada mesin karena untuk mengurangi kerusakan-kerusakan dan mengurangi resiko kecelakaan dan cidera. Melaporkan insiden kecelakaan dan kerusakan kepada supervisor atau manajer. Jangan mempunyai pikiran untuk memodifikasinya sendiri. Tergelincir saat bekerja adalah penyebab umum dari cedera besar di tempat kerja 95% mengakibatkan patah tulang, terjadi pada saat lantai basah maka sebaiknya segera bersihkan agar tidak membuat orang terpeleset, kecelakaan lain seperti jatuh dari ketinggian. Penyebab umum lainnya adalah kabel trailing jika memungkinkan rutekan ulang kabel ke tempat yang lebih aman dan gunakan tanda peringatan. Jika menggunakan tangga periksalah untuk melihat aman atau tidaknya tangga tersebut . Menggunakan meja dan kursi untuk dijadikan media tangga sangatlah tidak aman.
How to Operate Fire Extinguisher - Fire Safety Training
Ada tiga
penyebab utamanya kebakaran yaitu
1. Oksigen
2. Bahan bakar
3. Sumber
Kebakaran api dibagi menjadi beberapa katagori kelasA, Kelas B ,Kelas C dan kelas
D.
- Kelas A berbagi sumber api padat antara lain Kayu, Pakaian, Kertas
- Kelas B Berbagai sumber api Cairan yang mudah terbakar (bahan bakar minyak solar, methanol, bensin dll)
- Kelas C sumber logam tabung Lpg, tabung logam
- Kelas D sumber metal seperti Besi, Pelat Baja
Forklift Safety Video - OSHA Training For Forklift Operators
Forklift merupakan salah satu alat angkat yang banyak digunakan di industri, termasuk di gudang-gudang. Karena pergerakannya yang sangat lincah, forklift sering menjadi solusi untuk pengangkatan barang yang memerlukan kecepatan dengan lokasi yang relatif sempit. Namun kecelakaan yang melibatkan forklift tidak bisa dianggap sepele, banyak kasus kecelakaan yang melibatkan penggunaan forklift termasuk yang berakibat fatal. Ini sangat memprihatinkan bagi kita semua bahwa sebenarnya kejadian-kejadian kecelakaan tersebut seharusnya bisa dicegah.
Beberapa cara
untuk mengendarai forklip secara aman
1.
Menggunakan alat pelindung diri.
2.
Periksa peralatan sebelum digunakan.
3.
Lihat lingkungan sekitar forklip apakah ada pekerja lain yang
sedang berada di dekat forlip.
4.
Melaju dengan perlahan.
5.
Angkut barang sesuai kapasitas forklip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar