Senin, 18 Januari 2021

LAPORAN K3 SANGKAR BURUNG

 

LAPORAN IDENTIFIKASI BAHAYA DI TEMPAT KERJA PADA HOME INDUSTRI SANGKAR BURUNG DI DESA MENDALAN WANGI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG

 

Ditulis untuk Memenuhi Mata Kuliah Kesehatan dan keselamatan Kerja

Dosen Pengampu: Widhy Wahyani, S.T., M.M.

 

Description: F:\YUSUF\YUSUF\GAMBAR\logo.jpg

 

Disusun oleh Kelompok 3 :

Raden Edwin Febi Wicaksono           1853006

Bela Isma Imtian                                 1853014

Geraldy Putra Dewantara                   1953014

Anisa Minuril Laily                            1953016

 

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI D-IV

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

MALANG

2020

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga dapat menyelesaikan Laporan Identifikasi Bahaya K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) Laporan ini berisikan tentang bagaimana kondisi lapangan home industri (sangkar burung), beserta analisis potensi bahaya dan upaya  pengendaliannya.

 Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi penyempurnaan laporan ini.

Harapan penulis semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk ataupun isi laporan yang telah di buat.

Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi banyak orang khususnya pembaca dan semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala urusan kami. Aamin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang Masalah

Keselamatan kerja menunjukkan bahwa perlindungan kesejahteraan fisik dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera yang berhubungan dengan pekerjaan yang sehat untuk merujuk pada fisik, kondisi, dan stabilitas emosi secara umum. Kondisi kesehatan yang sehat, akan menjadi kinerja yang optimal daripada karyawan dengan kondisi kesehatan yang buruk dapat menggangu kinerja karyawan. Keselamatan harus ditanamkan dan menjadi kebiasaan hidup yang dipraktekkan sehari-hari. Keselamatan kerja merupakan satu bagian dari keselamatan pada umumnya. Salah satu bentuk perhatian perusahaan kepada karyawan untuk meminimalisir resiko kecelakaan kerja adalah dengan memaksimalkan program keselamatan dan kesehatan kerja didalam perusahaan/pabrik. Program K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) merupakan suatu upaya untuk menekan atau mengurangi resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dalam dunia usaha dan industri, penerapan K3 sangatlah penting untuk diperhatikan. Hal ini dilakukan agar pekerja terhindar dari berbagai kecelakaan kerja yang dapat berdampak pada tingkat produktivitas pekerja dan dapat mempengaruhi kualitas produk dalam suatu produksi.

Proses Industrialisasi masyarakat Indonesia berkembang pesat dengan berdirinya perusahaan dan tempat kerja yang beraneka ragam. Perkembangan  industri yang pesat ini diiringi pula oleh adanya risiko bahaya yang lebih besar karena adanya alih teknologi dimana penggunaan mesin dan peralatan kerja yang semakin kompleks untuk mendukung berjalannya  proses produksi. Tingginya kasus kecelakaan kerja menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran tenaga kerja maupun perusahaan dalam penanganan masalah keselamatan kerja. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengukuran risiko kecelakaan kerja dengan metode identifikasi bahaya yang bisa menganalisis . Potensi bahaya terdapat hampir di setiap tempat dimana dilakukan suatu aktivitas baik di rumah, di jalan maupun di tempat kerja. Apabila potensi bahaya tersebut tidak dikendalikan dengan tepat akan menyebabkan kelelahan, kesakitan, cedera, dan bahkan kecelakaan yang serius.

Sangkar burung merupakan kerajinan tangan yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Sangkar burung sendiri yang berasal dari provinsi Jawa Timur. Sangkar burung adalah industri yang sangat berpotensi untuk memajukan perekonomian didaerah, dengan adanya industri tersebut banyak penyerapan tenaga kerja, menjadikan orang untuk berwirausaha, dan memberikan daerah tersebut lebih dikenal di daerah lain dan bisa sampai kemancanegara. Sangkar burung merupakan kerajinan yang harus dikembangkan agar tetap lebih maju sampai ekspor ke negara negara lain. Indonesia sendiri sudah mempunyai pesaing dalam kerajinan sangkar burung yaitu dengan negara Vietnam. Industri sangkar burung banyak memiliki permasalahan yang sangat komplek, masalah tersebut yang nantinya akan mengganggu dari keberlangsungan  industri itu sendiri. Permasalahan tersebut yaitu  tempat kerja, alat yang digunakan, prosesnya, tenaga kerja, dan penerapan K3 pada industri tersebut.

Penelitian ini dilakukan di Desa Mendalan Wangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.  Setelah dilakukan penelitian, terdapat potensi bahaya yang memiliki tingkat resiko/peringkat risiko tertinggi yakni, bahaya kerja fisik dan bahaya kerja ergonomi. Dampak bahaya yang akan terjadi pada bahaya fisik dapat berupa bising,vibrasi akibat penggunaan mesin yang lama sehingga menggakibatkan cedera (nyeri otot,mual dan gangguan pembulu darah). Dampak bahaya yang akan terjadi pada bahaya ergonomi adalah melakukan gerakan berulang atau posisi yang menetap selama melakukan pekerjan yang dapat menimbulkan pegel linu, nyeri sendi, sakit pinggang. Langkah-langkah pembuatan sangkar burung ini tidak membutuhkan waktu yang lama, namun setiap prosesnya mempunyai tingkat resiko yang berbahaya apabila tidak menerapkan prosedur k3.

Semua kendala dari industri tersebut dari segi keamanan memang cukup jauh yang masih diharapkan dari setiap industri, serta alat dan tempat yang digunakan masih kurang aman. Semua dari kendala itu harus adanya evaluasi agar bisa memenuhi prosedur keamanan kerja. Dalam proses identifikasi bahasa dan penilaian risiko bahaya dapat dilakukan dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Penerapan metode JSA bertujuan untuk mengidentifikasi semua potensi bahaya yang terdapat disetiap area kerja dengan mengaitkan antara pekerja, proses kerja, peralatan kerja dan lingkungan kerja. Dengan demikian dengan JSA ini dapat diketahui hal-hal yang dapat dipertimbangkan untuk memberi keamanan pada karyawan sangkar burung, sekaligus pemasaran produk dapat sesuai dengan kebutuhan.

Industri sangkar burung merupakan kerajinan yang memiliki prospek yang sangat menjajikan. Industri ini memproduksi sangkar burung dalam 1 bulan ±20 sangkar. Berdasarkan hasil dari survei pendahuluan di Industri sangkar burung  Desa Mendalan Wangi Kecamatan wagir Kabupaten Malang dengan cara melakukan wawancara dengan pihak karyawan diketahui bahwa tidak pernah terjadi kecelakaan hingga memakan korban jiwa. Kecelakaan kerja yang sering terjadi adalah kecelakaan kecil seperti tersandung kayu dan kabel. Kecelakaan yang pernah terjadi namun sangat berbahaya adalah tertimpa kayu/bambu dan tergores mesin. Berdasarkan Uraian tersebut peneliti memilih metode Job Safety Analysis karena metode ini menggunakan empat tahap sederhana dan mengidentifikasi hazard yang berhubungan dengan aktivitas pekerjaaan seseorang dan untuk mengembangkan pengendalian terbaik untuk mengurangi risiko serta terlebih lagi di industri sangkar burung Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang belum pernah dilakukan pengidentifikasian bahaya dan penilaian resiko menggunakan metode JSA, maka dari itu kami tertarik melakukan penelitian terkait identifikasi bahaya menggunakan metode JSA di pabrik dupa Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

1.2 Rumusan Masalah

Dari beberapa uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah  industri sangkar burung di Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir dalam penerapan K3 dengan menggunakan JSA sebagai berikut :

1.Bagaimana cara mengidentifikasi bahaya kerja industri sangkar burung di Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir ?

2. Bagaimana cara penilaian resiko industri sangkar burung menggunakan  metode JSA?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang akan disampaikan dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui cara mengidentifikasi bahaya kerja industri sangkar burung di Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir

2. Untuk mengetahui penilaian resiko industri sangkar burung  menggunakan  metode  JSA

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi :

1.        Mampu mengetahui apa saja bahaya kerja pada industri sangkar burung di Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir

2.        Mampu melakukan pengendalian risiko dari hasil potensi bahaya

3.        Mendapat pemahaman tentang pentingnya penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) pada setiap industri, pabrik, dan perusahaan

 

 

 

 

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Industri Sangkar Burung

Sangkar burung merupakan kerajinan tangan yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Sangkar burung sendiri yang berasal dari provinsi Jawa Timur. Sangkar burung adalah industri yang sangat berpotensi untuk memajukan perekonomian didaerah, dengan adanya industri tersebut banyak penyerapan tenaga kerja, menjadikan orang untuk berwirausaha, dan memberikan daerah tersebut lebih dikenal di daerah lain dan bisa sampai kemancanegara. Industri sangkar burung merupakan kerajinan yang memiliki prospek yang sangat menjajikan. Industri ini memproduksi sangkar burung dalam 1 bulan ±20 sangkar. Semua kendala dari industri tersebut dari segi keamanan memang cukup jauh yang masih diharapkan dari setiap industri, serta alat dan tempat yang digunakan masih kurang aman. Semua dari kendala itu harus adanya evaluasi agar bisa memenuhi prosedur keamanan kerja. Dalam proses identifikasi bahasa dan penilaian risiko bahaya dapat dilakukan dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Penerapan metode JSA bertujuan untuk mengidentifikasi semua potensi bahaya yang terdapat disetiap area kerja dengan mengaitkan antara pekerja, proses kerja, peralatan kerja dan lingkungan kerja.

 

a.      Pemotongan Kayu

Langkah peratama adalah pemotongan kayu. Caranya adalah potong kayu sesuai dengan ukuran yang ditentukan.

Gambar 2.1 Pemotongan papan kayu

 

 

b.      Pengamplasan kayu

Langkah kedua ialah pengaplasan dimana proses ini untuk menghilangkan serat kayu, menyesuaikan ketebalan kayu dan menegaskan warna kayu

Gambar 2.2 Pengamplasan kayu

 

c.                   Potong kayu menjadi ukuran lebih kecil

Pada tahap ini kayu dipotong hingga menjadi potongan kecil dimana potongan tersebut akan digunakan sebagai jeruji

Gambar 2.3 Pemotongan kayu menjadi lebih kecil

 

d.                  Pengeboran kayu

Pada tahap ini kayu di bor hal ini agar bisa ditempelkan di jeruji

WhatsApp Image 2020-12-29 at 16.03.06.jpeg

Gambar 2.4 Pengeboran kayu

 

e.       Memotong lengkung bagian atas sangkar

Pada tahap ini dilakukan pemotongan kayu yang digunakan pada bagian atas sangkar.

 

Gambar 2.5 Pemotongan lengkung bagian atas sangkar

 

f.       Proses perakitan sangkar burung

Pada tahap ini satukan masing-masing rangka sampai membentuk sangkar burung

Gambar 2.6 Perakitan sangkar burung

 

 

 

 

2.2 Penilaian Risk Assessment

 

RISK ASSESSMENT

 

 

NO

Uraian

Pekeerjaan

Potensi

Bahaya

Upaya

Pengendalian

1.

Pemotongan kayu

 

Tingkat penglihatan kurang

-    Pemberian lampu

 

tembok pabrik yang terbuat dari bambu dan minim sirkulasi udara , sehingga butiran debu sisa pemotongan tidak dapat keluar , jika hal ini dibiarkan terus menerus akan menyebabkan gangguan pernafasan.

-    Pemberian jumlah jendela yang benar

 

alat pemotong kayu yang tidak terlindungi, alat pemotong ini rawan sekali mengenai tangan pekerja

-    Pemberian pelindung pada alat pemotong

 

tempat duduk yang tidak ergonomis , jika hal ini terus berlanjut maka pekerja akan mengalami penyakit Disorder musculoskeletal

-    Penggunaan kursi yang sesuai dengan postur tubuh

 

kabel mesin yang berserakan . hal ini dapat membuat pekerja tersantung atau bahkan tersengat listrik.

-    Pemberian jalur khusus kabel

 

Jari terkena mesin

-    Memperhatikan posisi tangan sebelum mengoperasikan

-    Memakai sarung tangan pengaman

 

Sesak nafas

-    Memakai masker

 

Kaki tersandung kayu

-  Pemberlakuan 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin)

 

Mata terkena serpihan kayu

-  Menggunakan kacamata pengaman

 

Kaki tergores kayu

-  Memakai sepatu pengaman

 

2.

Pengamplasan kayu

-    Terkena mesin amplas

-    Memperhatikan posisi tangan sebelum mengoperasikan

 

-    Posisi duduk yang tidak ergonomis karena terlalu membungkuk , jika hal ini terus terjadi maka pekerja akan mengalami disorder musculoskeletal.

-    Penggunaan kursi yang sesuai dengan postur tubuh

 

-    Kejang otot

-    Mengoperasikan  mesin ditempat yang ergonomi

 

-    Mata terkena serpihan kayu

-    Menggunakan kacamata pengaman

 

-    Tangan pekerja rawan terkena potongan kayu/mesin

-    Pengguanaan sarung tangan pengaman

 

-    Kaki terkena alat/bahan yang tajam

-  Menggunakan sepatu pengaman

 

-    Sesak napas akibat debu/serpihan kayu

-  Menggunakan masker

 

-    Lingkungan stasiun kerja kotor sehingga dapat menjadi sarang penyakit

-  Pembersihan secara berkala

-  Pemberlakuan 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin)

 

-    Kesetrum alat

-  Menggunakan sarung tangan pengaman

 

-    Pekerja bisa terluka akibat tertimpa atap yang berpotensi roboh karena penyangga atap terbuat dari bambu

-  Melakukan perubahan pada tiang penyangga atap dengan sesuai standar pembangunan yang ada

 

3.

Pemotongan kayu ukuran kecil

-    Kurangnya pencahayaan

-    Pemberian lampu

 

-    Tangan terkena mesin

-    Memperhatikan posisi tangan sebelum mengoperasikan

 

-    Sesak nafas

-    Memakai masker

 

-    Tersandung kayu

-  Pemberlakuan 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin)

 

-    Tersengat listrik

-  Memberikan jalur khusus kabel

-  Menggunakan sarung tangan pengaman

 

-    Kaki tergores kayu

-  Menggunakan sepatu pengaman

 

 

 

-    kabel  yang berserakan, pada saat proses ini pekerja berisiko tersandung atau tersengat aliran listrik

-  Pemberlakuan jalur khusus kabel

 

 

 

-    posisi duduk yang tidak ergonomis sehingga dapat menyebabkan pekerja mengalami kelelahan otot atau disorder musculoskeletal.(

-  Pemberian kursi sesuai postur tubuh

 

4.

Pengeboran kayu

 

 

-    Terkena mesin bor

-    Berhati-hati saat menggunakan mesin bor

 

-    Tersengat listrik

-    Membuat jalur kabel

-    Menggunakan sarung tangan pengaman

 

-    Kebisingan

-    Memakai earplug

 

-    Terkena serpihan kayu

-  Mengenakan kacamata pengaman

 

-    Terpeleset

-  Pemberlakuan 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin)

-  Menggunakan sepatu pengaman

 

5.

Pemotongan lengkung bagian atas sangkar

-    Tangan terkena mesin pemotong

-    Menggunakan sarung tangan pengaman

-    Berhati-hati dalam posisikan tangan

 

-   Tertimpa kayu

-  Mengenakan sepatu pengaman

 

-   Sesak napas

-  Menggunakan masker

 

-   Terkena serpihan kayu

-   Menggunakan kacamata pengaman

 

6

Perakitan sangkar burung

-    Tertusuk kayu

-    Mengenakan sarung tangan

 

-    Tersandung kayu

-    Pemberlakuan 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin)

 

-    Kurangnya pencahayaan

-    Pemberian lampu

 

-   Kaki tergores kayu

-  Memakai safety shoes

 

 

-   Terhirup serpihan kayu

-  Memakai masker

 

-   Terkena serpihan kayu

-  Memakai kacamata pengaman

 

 

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Pada setiap stasiun kerja terdapat banyak sekali potensi bahaya yang dapat  menyebabkan kecelakaan bagi pekerja.

2. Rekomendasi yang diberikan kepada pengusaha, berdasarkan sumber bahaya yang ada, meliputi sikap pekerja dan kondisi lingkungan kerja. Untuk memperbaiki sikap pekerja, perlu dibuat prosedur operasional baku untuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk memperbaiki kondisi lingkungan kerja, perlu dilakukan perbaikan sesuai kondisi yang dihadapi.

3.2 Saran

1. Pengawasan terhadap proses kerja harus lebih di tingkatkan agar pekerja tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari ketentuan yang telah di berikan seperti mematuhi rambu tanda kecepatan kendaraan.

3. Memberikan atau membuka kesempatan pada para pekerja untuk mengikuti pelatihan mengenai K3 sehingga pekerja lebih memahami tentang tindakan keselamatan dalam bekerja.

4. Memberikan sangsi pada pekerja yang melanggarar aturan.


 

DAFTAR PUSTAKA

https://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com/2013/10/identifikasi-bahaya-penilaian-resiko.html

https://www.google.com/search?safe=strict&sxsrf=ALeKk02DkuxjAlu56dxXQe8hoghHmKanFA%3A1611028467472&ei=81cGYM6-HNPfz7sPqre1kAQ&q=contoh+laporan+k3+sangkar+burung&oq=contoh+laporan+k3+sangkar+burung&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQAzoHCCMQsAIQJ1CMbliheGCqe2gAcAF4AIAB_AGIAbQIkgEFMC41LjKYAQCgAQGqAQdnd3Mtd2l6wAEB&sclient=psy-ab&ved=0ahUKEwiOhJvcjKfuAhXT73MBHapbDUIQ4dUDCA0&uact=5

http://eprints.ums.ac.id/36395/7/04.%20BAB%20I.pdf

 

 

LAPORAN K3 SANGKAR BURUNG

  LAPORAN IDENTIFIKASI BAHAYA DI TEMPAT KERJA P ADA HOME INDUSTRI SANGKAR BURUNG DI DESA MENDALAN WANGI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG ...